Rolex Terbaru 2026

Yes, it’s April again — time for another Watches & Wonders, momen yang selalu ditunggu para watch enthusiasts untuk melihat rilisan terbaru dari berbagai luxury brands ternama di dunia. Rolex, sebagai salah satu leading brand, seperti biasa kembali jadi highlight dengan menghadirkan deretan koleksi terbaru mereka. So, what’s the theme for Rolex this year?

Rolex 100 Years

Source: coronet.org

Cuplikan Teaser yang Menampilkan Tema ‘A Century of Innovation’

Saat Rolex merilis teaser untuk koleksi terbarunya beberapa hari sebelum perilisan, ada satu kalimat yang menjadi highlight, yaitu a century of innovation. Dimulai dari tahun 1926, ketika Rolex memperkenalkan Oyster case dengan konstruksi tahan air, sebuah turning point, bukan hanya bagi Rolex, tetapi juga untuk dunia watchmaking secara keseluruhan.

Jadi, apa saja yang dihadirkan Rolex untuk merayakan momen centenary ini?

Pertama, hadir Daytona terbaru dalam material steel, dengan white enamel dial yang dipadukan dengan grey Cerachrom bezel. Lalu, ada koleksi Oyster Perpetual yang mendapat anniversary update, mulai dari Jubilee dial yang playful dan penuh warna, hingga kembalinya konfigurasi yang sudah lama absen seperti two-tone dan full gold.

Untuk “kakaknya”, Datejust justru melangkah ke arah yang lebih unik dengan menghadirkan gradient dial yang tidak biasa. Kemudian, Rolex juga memperkenalkan material baru bernama Jubilee Gold, yang debut pada Day-Date. Terakhir, Yacht-Master II kembali hadir dengan tampilan dial baru serta movement yang sudah diperbarui.

Let’s take a look one by one!

Daytona

Rolex Daytona Terbaru

Source: rolex.com

Sekilas, Daytona Cosmograph Ref. 126502 terlihat seperti panda dial pada umumnya. Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, subdial hitamnya justru terlihat jauh lebih subtle dibandingkan “panda” Daytona umumnya. Rolex menjelaskan bahwa Daytona terbaru ini menggunakan Enamel dial, yang biasanya hanya ditemukan pada jam-jam paling premium — karya masterpiece dari brand seperti Patek Philippe dan A. Lange & Söhne. 

Dial ini menggunakan teknik Grand Feu enamel (high fire), di mana lapisan enamel diaplikasikan secara bertahap ke permukaan dial dengan sangat detail, sebelum akhirnya dipanggang dalam oven bersuhu sekitar 800°C. Proses ini bahkan membutuhkan seorang artisan khusus hanya untuk mengaplikasikan enamel dengan sempurna ke permukaan dial. Namun, karena suhu yang sangat tinggi, enamel dial dikenal cukup “sensitif” dan rentan retak atau rusak selama proses pembakaran.

Inilah kemungkinan alasan mengapa Ref. 126502, meskipun sudah diperkenalkan ke publik, tidak masuk ke dalam katalog standar Rolex. Hal ini menempatkannya sebagai model low-production sekaligus off-catalogue, yang semakin menegaskan eksklusivitasnya.

Selain dial, ada dua perubahan penting pada bagian case. Yang pertama, dan paling terlihat, adalah desain baru pada Cerachrom bezel insert. Bezel ini menggunakan material polished anthracite ceramic, tetap dilengkapi dengan tachymeter scale, serta angka-angka yang diisi platinum melalui proses PVD.

Perubahan besar kedua ada di bagian belakang case. Untuk pertama kalinya, Daytona berbahan stainless steel hadir dengan open case back — fitur yang sebelumnya hanya ditemukan pada model platinum (2023) dan white gold Le Mans. Kehadiran open case back pada material yang lebih “accessible” seperti steel tentu menjadi hal yang menarik, dan kemungkinan besar akan disambut positif oleh para penggemar Daytona.

Oyster Perpetual

100th Anniversary

Rolex Oyster Perpetual Two Tone Terbaru

Source: sgwatchinsider.com

Sebagai perayaan 100 tahun Oyster, koleksi Oyster Perpetual menjadi salah satu highlight utama tahun ini. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Oyster Perpetual (yang biasanya hadir full dalam Oystersteel), akhirnya mendapatkan varian Rolesor.

Namun, pendekatan Rolesor kali ini berbeda dari biasanya. Alih-alih two-tone klasik, elemen yellow gold digunakan pada bezel dan Twinlock crown, sementara seluruh bracelet tetap menggunakan Oystersteel.

Dial slate sunray-nya juga membawa sentuhan anniversary. Selain itu, tulisan “Swiss Made” di posisi pukul 6 digantikan dengan signature “100 years”, yang juga muncul pada bagian crown.

Rolex Oyster Perpetual Two Tone Terbaru

Source: rolex.com

Full Gold

Selain itu, lini Oyster Perpetual juga mengalami ekspansi yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hanya tersedia dalam stainless steel, kini koleksi ini hadir dalam berbagai opsi baru — mulai dari two-tone yellow gold, full Everose gold, hingga full yellow gold, lengkap dengan pilihan diamond-set bezel.

Rolex Oyster Perpetual Yellow Gold Terbaru
Rolex Oyster Perpetual Rose Gold Terbaru
Rolex Oyster Perpetual Yellow Gold Terbaru
Rolex Oyster Perpetual Rose Gold Terbaru

Source: sgwatchinsider.com

Jubilee Motif Dial

Rolex Oyster Perpetual Jubilee Motif Dial Terbaru

Source: sgwatchinsider.com

Saat Rolex menghentikan produksi “Celebration” dial pada Oyster Perpetual setahun sebelum momen perayaan 100 tahun Oyster, para watch enthusiasts mungkin sudah bisa menebak ini adalah tanda bahwa sesuatu yang baru akan segera hadir.

Dan benar saja, kini diperkenalkan Oyster Perpetual dengan Multicoloured Jubilee motif dial. Tampilannya sangat vibrant, dengan nuansa warna-warna rainbow yang dibangun di atas motif Jubilee, desain klasik yang sebelumnya dikenal pada Datejust dan sudah bisa ditelusuri sejak era 1970-an.

Datejust

Rolex Datejust Terbaru

Source: rolex.com

Untuk Datejust, highlight utamanya adalah hadirnya green ombré dial ke dalam lini stainless steel Datejust. Kini tersedia dalam ukuran 36mm dan 41mm. Ombré dial pada Datejust mungkin terakhir kali ditemukan pada vintage model di era 80–90an. Dalam beberapa tahun terakhir, ombré dial sendiri justru lebih identik dengan koleksi Day-Date, sehingga kehadirannya kembali di Datejust terasa cukup fresh.

Update lain yang cukup subtle ada pada blue Roman dial, yang kini menggunakan finishing sunburst blue, menggantikan blue azzurro sebelumnya.

Selain itu, Rolex juga memperkenalkan olive green dial ke dalam lini two-tone yellow gold Datejust, baik untuk ukuran 36mm maupun 41mm. Sebelumnya, dial ini hanya tersedia dengan konfigurasi Roman numerals yang dilengkapi diamond-set pada angka enam dan sembilan. Kini, opsi tersebut diperluas dengan hadirnya stick index configuration, serta versi Roman numeral yang lebih clean tanpa diamond. Untuk model two-tone Everose gold, hadir juga dial mint green dalam ukuran 36mm dan 41mm, dipadukan dengan rose gold Roman numerals.

Secara keseluruhan, Rolex juga melakukan perubahan yang cukup besar dengan menghentikan sebagian besar Roman numeral dial pada Datejust, baik 36mm maupun 41mm, dan menggantinya dengan desain yang lebih baru. Satu pengecualian yang tetap dipertahankan adalah slate Roman Wimbledon dial, yang masih menjadi signature di koleksi ini.

Day-Date

Rolex Day-Date Terbaru

Source: rolex.com

Day-Date terbaru ini hadir dengan material baru yang dikembangkan langsung oleh Rolex, yaitu “Jubilee Gold” — sebuah alloy yang menggabungkan karakter terbaik dari yellow, white, dan rose gold. Rolex memadukannya dengan dial light green aventurine yang cukup unik. Bukan jenis aventurine berbasis kaca seperti yang biasa digunakan, melainkan natural stone, dengan tone hijau pucat yang dihiasi inklusi abu-abu halus.

Seperti Daytona sebelumnya, Ref. 228235 ini juga termasuk dalam kategori off-catalogue piece, yang menandakan produksinya sangat terbatas dan tidak tersedia dalam katalog resmi Rolex.

Yacht-Master II

Rolex Yacht-Master II Terbaru

Source: sgwatchinsider.com

Salah satu rilisan paling menarik tahun ini adalah kembalinya Yacht-Master II. Kini ditenagai oleh calibre 4162 terbaru, model ini mengalami perubahan fungsional yang cukup signifikan. Sistem Ring Command bezel yang sebelumnya menjadi ciri khas kini dihilangkan, dan bezel-nya berfungsi sebagai bi-directional ceramic bezel biasa.

Sebagai gantinya, seluruh fungsi regatta chronograph kini dioperasikan langsung melalui pushers. Pusher bawah digunakan untuk mengatur durasi countdown, yang ditunjukkan oleh jarum berbentuk panah ala GMT, sementara pusher atas berfungsi untuk memulai countdown.

Menariknya, meskipun ada perubahan mekanis, dimensi case tetap tidak mengalami perubahan. Jam ini masih hadir dalam ukuran 44mm dengan ketebalan yang kurang lebih sama seperti sebelumnya. Yacht-Master II terbaru ini tersedia dalam dua varian, yaitu stainless steel (Ref. 126680) dan full yellow gold (Ref. 126688).

No GMT Master?

Terakhir, mungkin kamu bertanya di mana GMT-Master? Apakah ada update untuk model populer ini? Well, tahun ini tidak ada rilisan baru untuk GMT-Master. Setelah kabar bahwa Pepsi resmi discontinued, banyak yang sempat berekspektasi akan ada pengganti dalam waktu dekat. Tapi ternyata, belum ada, setidaknya untuk tahun ini.

Menarik untuk ditunggu, apakah Rolex akan menghadirkan sesuatu di tahun depan atau mungkin justru beberapa tahun ke depan. Kita tunggu saja.

Referensi

"Where a new world begins new watches 2025", https://www.rolex.com/watches/new-watches.

Sheng, Lee. “Rolex at Watches and Wonders 2026: Daytona Enamel, Jubilee Gold Day-Date , Centenary Oyster Perpetual, and the Return of Yatch-Master II.” Revolution Watch, 14 Apr. 2026, https://revolutionwatch.com/rolex-at-watches-and-wonders-2026/.

“Rolex New Releases 2026.” Singapore Watch Insider, 14 Apr. 2026, https://www.sgwatchinsider.com/news-article/rolex-new-releases-2026/.

Christensen, Cam. “Every New Rolex Release for 2026, Ranked.” British GQ, 14 Apr. 2026, https://www.gq-magazine.co.uk/article/every-new-rolex-release-for-2026-ranked.

Goulard, Brice. “Recap: All the New Rolex Models of 2026 Live from Watches & Wonders.” Monochrome Watches, 14 Apr. 2026, https://monochrome-watches.com/all-the-new-rolex-models-of-2026-live-from-watches-wonders/.

Latest release