Di dunia jam tangan mewah, box dan papers bukan sekadar ‘kemasan’ pelengkap. Keduanya berfungsi seperti credentials yang dapat memperkuat kepercayaan pembeli, bahkan dalam beberapa kasus bisa menambah nilai harga jam. Di antara semua kelengkapan tersebut, warranty card menjadi salah satu elemen paling penting dalam proses autentikasi.
Karena itu, perubahan pada warranty card salah satu raksasa swiss luxury watch, Rolex, bukanlah hal kecil. Pada pertengahan April 2026, Rolex memperkenalkan salah satu update paling mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Warranty card glossy yang sudah familiar, bersama white hang tag sebelumnya, kini digantikan oleh satu set baru berwarna hijau dengan tekstur wood-grain yang senada. Update ini juga dilengkapi peningkatan anti-tamper yang lebih tersembunyi, membuatnya semakin sulit ditiru oleh para pemalsu.

Bagi collector dan dealer, tampilan baru ini akan cukup mudah dikenali setelah memahami detailnya. Namun bagi para pemalsu yang selama bertahun-tahun menyempurnakan format lama, perubahan ini seperti memaksa mereka kembali mulai dari awal. Dalam panduan ini, kita akan membahas gambaran lengkapnya, mulai dari apa saja yang Rolex ubah pada warranty card, hang tag, dan seal nya.
Apa yang Berubah?
Update 2026 ini mencakup hampir seluruh set, mulai dari warranty card, hang tag, hingga seal. Dalam sejarah modernnya, Rolex biasanya memperbarui guarantee card secara bertahap lewat perubahan kecil, seperti font, layout, atau material kartu, sehingga setiap periode punya detail yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
Namun, perubahan pada 2026 terasa lebih berani. Rolex memperbarui tiga elemen sekaligus, dan semuanya kini hadir dengan tampilan yang senada. Warranty card beralih dari glossy finishing yang terlihat seperti kaca pada era 2020, menjadi tekstur green wood-grain.
Warranty Card

Bagian utama dari update ini tentu ada pada warranty card, yang kini hadir dengan tampilan deep green wood-grain. Teksturnya memberi kesan seperti banknote atau dokumen legal premium, dan kesan tersebut tampaknya memang disengaja.
Untuk menghasilkan pola wood-grain yang meyakinkan dengan standar kualitas Rolex, dibutuhkan kontrol presisi pada aliran tinta, tekstur kertas, hingga proses multi-layer printing. Hal ini membuatnya jauh lebih sulit direproduksi dibandingkan kartu lama yang cenderung flat dan lebih mengandalkan elemen tipografi.
Field informasi pada kartu terlihat seperti dicetak dengan efek stamped, lengkap dengan sentuhan gold-toned yang memberi kesan mahal. Namun saat dipegang, kartunya terasa cukup ringan, bahkan sedikit tipis. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan yang cukup wajar: seberapa baik kartu baru ini akan bertahan setelah bertahun-tahun sering disentuh dan disimpan?
Fasilitas manufaktur di Tiongkok, terutama yang beroperasi di kawasan Guangdong, diketahui telah berinvestasi besar dalam mereplikasi bukan hanya jam tangannya, tetapi juga seluruh ownership ecosystem yang menyertainya. Mulai dari box, hang tag, sertifikat chronometer, hingga elemen paling krusial: warranty card.
Teknik printing, material kertas, bahkan elemen holographic yang sebelumnya digunakan Rolex, telah berhasil direkayasa ulang dengan tingkat akurasi yang cukup mengkhawatirkan. Karena itu, pembaruan pada warranty card dan tag 2026 ini bisa dilihat sebagai langkah Rolex untuk kembali memperlebar jarak dari para pemalsu.
Perubahan paling cerdas justru tersembunyi di tempat yang mudah terlihat. Field tanggal pada warranty card kini dilengkapi garis-garis cetak halus, yang berfungsi sebagai fitur anti-tamper untuk membuat proses menghapus atau menulis ulang tanggal garansi menjadi jauh lebih sulit.
Bagi secondary market, detail kecil ini punya dampak besar. Warranty date bisa mempengaruhi harga sekaligus tingkat kepercayaan pembeli, sehingga satu perubahan ini menutup celah yang sebelumnya masih cukup terbuka.
Kartu baru ini juga tetap mempertahankan embedded chip dari generasi plastic card sebelumnya. Chip tersebut dapat dipindai menggunakan smartphone untuk membaca detail jam yang tersimpan. Selain itu, Rolex juga menambahkan beberapa fitur keamanan lain yang, cukup masuk akal, tetapi mereka simpan secara internal.
Hang Tag

Perubahan lainnya terlihat pada hang tag. Selama bertahun-tahun, Rolex baru umumnya hadir dengan white hang tag. Namun pada versi 2026, Rolex mengembalikan warna hijau dan menambahkan finishing wood-grain yang sama seperti warranty card. Hasilnya, jam tangan, warranty card, dan hang tag kini terlihat lebih selaras.
Hang tag terbaru kini juga dilengkapi QR code, yang menyimpan serial number jam tangan dan berfungsi sebagai salinan digital kedua dari serial yang terukir pada case. Sementara itu, Green Seal pada tali twisted hijau dan kuning juga menggunakan tekstur yang sama, membuat seluruh set terlihat lebih menyatu.
Seal Tag

Elemen ketiga yang ikut berubah adalah seal yang menggantung pada jam tangan. Rolex menyebutnya sebagai Superlative Chronometer seal, yaitu disc kecil berwarna hijau pada tali twisted hijau dan kuning, yang menandakan bahwa movement jam tersebut telah disertifikasi sesuai standar chronometer internal Rolex.
Pada salah satu sisinya, seal ini menampilkan tulisan “Superlative Certified” yang mengelilingi medali crown berwarna emas. Sementara di sisi sebaliknya, terdapat tulisan “Rolex SA Genève” di bawah logo crown. Untuk 2026, bagian hijau pada seal kini juga membawa tekstur wood-grain yang sama seperti warranty card dan hang tag.
Meski menjadi item paling kecil di dalam box dan sering mudah terlewat, Rolex current production seharusnya juga menampilkan detail wood-grain pada bagian ini, dengan warna dan finishing yang konsisten dengan elemen lainnya.
Kenapa Rolex Melakukan Perubahan Ini?
Rolex tentu tidak melakukan perubahan seperti ini tanpa alasan. Peralihan ke tekstur wood-grain pada tiga aksesori utama, sekaligus kembalinya warna hijau pada hang tag, bisa dibaca sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar. Update ini menunjukkan arah visual yang lebih natural dan sustainable, selaras dengan pendekatan Rolex yang dalam beberapa tahun terakhir semakin menonjolkan sisi eco-conscious dalam identitas brand-nya.

Namun, ada alasan lain yang tidak kalah penting. Tampilan baru ini membuat proses pemalsuan menjadi jauh lebih sulit. Finishing glossy pada generasi sebelumnya relatif lebih mudah direplikasi, sementara kombinasi tekstur wood-grain dan warna hijau yang konsisten memberi tantangan baru bagi para pemalsu. Desain yang unified dan bertekstur seperti ini jauh lebih sulit dipalsukan satu per satu dibandingkan set lama yang flat dan terpisah antara elemen.
Baca juga: Ini Dia Rilisan Terbaru Rolex di Watches & Wonders 2026
Referensi
Dotson, Kaitlyn. “New Rolex Warranty Card of 2026: Wooden Card & Green Tag | Finer Lux Blog.” Finer Lux, 28 Apr. 2026, https://finerlux.com/blog/new-rolex-warranty-card-of-2026-wooden-card-green-tag.
Persist, Rolex. “Rolex Revises Warranty Cards as Counterfeits Persist - Coronet Magazine - Rolex News & Analysis.” Coronet Magazine, 28 Apr. 2026, https://www.coronet.org/new-1minute-reads/rolex-revises-warranty-cards-as-counterfeits-persist.
“Rolex Just Updated Its Tags and Warranty Card.” Tiger River Watches, 1 May 2026, https://tigerriverwatches.com/blogs/news/rolex-just-updated-its-tags-guarantee-card.

